Sumatera Barat: Wisata Dan Belajar Geologi

Perjalanan ke Sumatera Barat tentu memerlukan beberapa kali transit terutama jika dilakukan dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Namun kelelahan dalam perjalanan termasuk transit di beberapa bandara terbayarkan ketika melihat keeksotisan alam Sumatera Barat.

Istana Pagaruyung
Gambar 2. Peserta Kuliah Lapangan S2 Migas ITB, lokasi foto berada di Istana Pagaruyung yang berlokasi di Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar dan 108 kilometer dari Ibu kota Sumatera Barat, Padang

Selain keindahan alam, Sumatera Barat juga dapat menjadi salah satu tempat penelitian geologi baik itu sedimentologi, petrografi hingga struktur karena alam Sumatera Barat menyimpan informasi yang sarat dengan informasi geologinya.

Sumatera Barat

Salah satu provinsi di Pulau Sumatera

selain keindahan alam Sumatera barat, daerah ini juga terletak pada jalur tektonik yang aktif

Secara regional Sumatera Barat terletak di Pulau Sumatera yang terbentuk akibat adanya interaksi antara Lempeng Samudera Hindia dengan Lempeng Benua Eurasia. Interaksi ini merupakan pertemuan lempeng konvergen dimana Lempeng Samudera Hindia tersubduksi ke bawah Lempeng Eurasia (Hamilton, 1979).

Cekungan Ombilin secara keseluruhan terletak di provinsi Sumatera Barat. Secara umum, Cekungan Ombilin terletak di utara dan barat Pegunungan Bukit Barisan (Gambar 6). Cekungan Ombilin ini termasuk unik karena merupakan salah satu dari beberapa cekungan di Indonesia yang muncul dengan endapan danau (lacustrine)  dari awal hingga pertengahan Tersier, endapan dengan sekuen tebal dari stacked braided stream  dan marginal alluvial debris fans.

Kolom stratigrafi Cekungan Ombilin dibagi menjadi (Koesoemadinata, 1981):

  • Formasi Ombilin : Akhir awal Miosen
  • Formasi Sawahtambang: Awal hingga akhir Oligosen
  • Formasi Sawahlunto: Pertengahan hingga akhir Oligosen
  • Formasi Sangkarewang: Pertengahan hingga akhir Paleosen
  • Fornasi Brani: Pertengahan hingga akhir Paleosen

Lembah Harau (Gambar 5)  termasuk dalam formasi batu pasir konglomeratan Formasi Brani sementara Lembah Anai (Gambar 3) memiliki singkapan yang equivalen dengan quaternary fore-arc volcanic.

Gambar 6. Peta Geologi Cekungan Ombilin (Zaim dkk., 2012)

Pustaka:

Hamilton, W.  (1979): Tectonics of The Indonesian Region,  USGS, 345 halaman.

Koesoemadinata, R. P. dan  Matasak, Th.  (1981): Stratigraphy and Sedimentation Ombilin Basin Central Sumatra (West Sumatera Province),  Tenth Annual Convention IPA .

Zaim, Y., Habrianta, L., Abdullah, C., Aswan, Rizal, Y.,  Basuki, I. C. dan Sitorus, F. E. (2012): Depositional History    and Petroleum Potensial of Ombilin Basin, West Sumatera – Indonesia, Based on Surface Geological Data, AAPG.